Lewat Film Sadarkan Bahaya Korupsi

Sahabat JAGA pada 27 September 2017 dibaca 511 kali

Dalam melakukan edukasi antikorupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan berbagai upaya dan menggunakan berbagai medium untuk mewadahinya. Termasuk bekerjasama dengan salah satu wakil negara yang ada di Indonesia melalui Pusat Kebudayaan Asing di Jakarta, dimana KPK menggelar pemutaran film dan diskusi antikorupsi yang bertema “Masih Ada Kejujuran di Sekitar Kita” Jumat, (22/9).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan kampanye melalui film bertujuan untuk mengajak masyarakat memahami korupsi dan dampaknya terhadap masyarakat. “Selama ini masyarakat kurang peduli menyerukan antikorupsi karena belum sadar betul bahwa mereka terkena dampaknya,” katanya.

Dalam sambutannya Saut menambahkan “Ini yang membuat masyarakat belum mengubah cara pandang, sikap, dan perilakunya untuk mencegah dan melaporkan korupsi,” katanya.

Dalam acara pemutaran film ini, diputar tiga film yang merupakan pemenang Anti-Corruption Film Festival (Acffest) 2015.

Film pertama yang bertajuk Tinuk yang disutradarai oleh Khodir Aprilingga Rahmat dari Jember, Jawa Timur. Film ini berkisah tentang seorang tukang parkir yang tetap hidup jujur, meski hidup miskin ia tidak menghalalkan segala cara hanya untuk memenuhi pundi uangnya.

Kemudian film selanjutnya Pengen HP yang disutradarai oleh I Made Suarbawa dari Denpasar, Bali. Made mengisahkan tentang sorang gadis remaja yang ingin sekali punya telepon genggam. Gadis ini kemudian mengambil jalan pintas untuk memperoleh keinginannya.

Dan film ketiga yang berjudul Mengadu Nasib di Megeri Orang disutradarai oleh Anton Susilo dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Demi Jadi TKW, seorang wanita dalam film ini memalsukan umurnya. Ia melakukannya karena tergiur dengan pendapatan di negeri seberang.